NASIONAL
62 Ribu Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla
Sumber : Detik.com / Oleh : admin / Kategori : NASIONAL / Post date : 16-10-2026



Sejumlah provinsi menetapkan status siaga darurat maupun tanggap darurat untuk menghadapi karhutla. Lebih dari 13 juta penduduk berisiko mengalami dampak kesehatan akibat karhutla.

Berdasarkan laporan PHEOC Kementerian Kesehatan RI per 11 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, sebanyak 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan di 63 kabupaten/kota di 7 provinsi terdampak. Adapun kasus ISPA yang dialami oleh balita 0-5 tahun tercatat ada 62.400 kasus.

"Asap Karhutla mengandung partikel halus PM.25, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun. Paparannya dapat menyebabkan ISPA, iritasi mata/kulit, perburukan Asma dan PPOK, serta peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke," ucap Kemenkes, dikutip dari Instagram resmi, Rabu (14/10/2026).

"Perlindungan diutamakan bagi kelompok anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma/PPOK, serta pekerja luar ruangan," lanjutnya.

Kemenkes Salurkan 5,3 Juta Masker

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan pihaknya telah menyalurkan sekitar 5,3 juta masker pada masyarakat di daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masker nantinya akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan.

"Ini akan kita tambah lagi sesuai dengan kebutuhan yang ada. Kemudian penanganan-penanganan kasus infeksi saluran pernapasan atas, itu juga akan kita lakukan," ungkap Dante ketika ditemui awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).

Dante juga mengatakan pihaknya akan memperkuat sistem surveilance dan penguatan fasilitas kesehatan untuk melayani warga yang terdampak masalah kesehatan. Edukasi terkait pencegahan masalah infeksi saluran pernapasan juga terus dilakukan.

10 Wilayah RI dengan ISPU Kategori Berbahaya

Berdasarkan data Stasiun Pemantauan ISPU Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), per Kamis pukul 12.05 WIB, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mencatat ISPU tertinggi, yakni 1.551. Parameter pencemar kritis yang terdeteksi di wilayah tersebut adalah PM2.5.

Selain Katingan, ISPU di Palangka Raya mencapai 1.294, sedangkan Kabupaten Gunung Mas mencatat angka 1.006. Kedua wilayah tersebut juga berada di Kalimantan Tengah.

ISPU tinggi turut tercatat di sejumlah wilayah lain, termasuk Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan angka 740 dan Palembang, Sumatera Selatan, sebesar 644.

Berikut 10 lokasi pemantauan dengan ISPU tertinggi pada Kamis (15/10/2026) pukul 12.05 WIB:

  1. Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah: 1.551
  2. Palangka Raya, Kalimantan Tengah: 1.294
  3. Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah: 1.006
  4. Banjarmasin, Kalimantan Selatan: 740
  5. Palembang, Sumatera Selatan: 644
  6. Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah: 606
  7. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan: 542
  8. Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan: 475
  9. Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah: 403
  10. Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah: 400

Seluruh lokasi tersebut mencatat PM2.5 sebagai parameter pencemar kritis. PM2.5 merupakan partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru saat terhirup dan berdampak pada kesehatan.

"Karena ukurannya sangat halus, PM2.5 dapat masuk lebih dalam ke paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kelompok yang paling rentan terdampak antara lain anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung," demikian kata BMKG, dikutip dari laman resmi, Kamis (15/10/2026).

"Paparan Particulate Matter dalam jangka pendek dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, dan sesak napas. Sementara itu, paparan jangka panjang, terutama PM2.5 dan PM1, berpotensi meningkatkan risiko gangguan paru-paru, penyakit kardiovaskular, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat," ucap BMKG.

Baca artikel detikHealth, "62 Ribu Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla" selengkapnya https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8709190/62-ribu-balita-alami-ispa-di-wilayah-terdampak-karhutla.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/


Berita Terkait