NASIONAL
Meski Diguyur Hujan, Ratusan Driver Online Gelar Demo di Kantor Wali Kota Batam
Sumber : batamnews.co.id / Oleh : admin / Kategori : NASIONAL / Post date : 18-09-2025



Hujan deras sejak pagi ternyata tak mampu menghentikan tekrat ratusan driver online di Batam. Pada Rabu, 17 September 2025, mereka yang tergabung dalam Aliansi Driver Online Batam (ADOB) nekat berkumpul dan berdemo di depan Kantor Wali Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Mereka datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Basah bukan halangan. Berbekal payung dan jas hujan, mereka bertahan untuk menyuarakan segala isi hati dan tuntutan mereka soal regulasi serta tarif yang selama ini dirasa tak berpihak.

Aksi ini bermula dari kumpul massa di area Welcome to Batam, sebelum akhirnya bergerak bersama menuju kantor pemerintah kota. Demo ini digelar karena menumpuknya masalah yang dirasakan para driver, terutama soal tarif yang tidak sesuai dan lemahnya perlindungan kerja.

Apa saja yang mereka minta? ADOB menyodorkan delapan tuntutan utama:

  1. Tarif Sesuai Aturan. Mereka mendesak perusahaan aplikasi online untuk segera menerapkan tarif yang sudah diatur dalam SK Gubernur Kepri No. 1080 dan 1113 Tahun 2024. Aturan itu sudah ada, tetapi dianggap tidak dijalankan.
  2. Patuh pada Aturan Pusat. Perusahaan juga diminta taat sepenuhnya pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022 dan KP 1001 Tahun 2022.
  3. Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka menuntut jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk semua driver, baik yang mengendarai motor (R2) maupun mobil (R4).
  4. Pengawasan Ketat. ADOB meminta pemerintah dan aparat terkait mengawasi dengan ketat agar semua regulasi dan kesepakatan benar-benar dilaksanakan, tidak hanya di atas kertas.
  5. Dugaan Kecurangan Lisensi Bandara. Mereka menduga Direktur Utama PT. Rifim Internasional Gemilang melakukan kecurangan dengan mengeluarkan akun lisensi bandara ilegal.
  6. Skandal Tarif Maxim. ADOB juga menduga direktur yang sama terlibat dalam skandal penetapan tarif untuk aplikasi Maxim (baik R2 dan R4).
  7. Penataan Transportasi di Bandara. Mereka mendesak adanya penataan ulang operasional transportasi online di Bandara agar sesuai aturan dan tidak merugikan driver maupun penumpang.
  8. Hapus Program Prioritas Maxim. Menuntut dihapuskannya Program Prioritas di Maxim yang menggunakan sistem STIKER & ASK (KESP) pada akun driver.

Hujan yang tak kunjung reda sama sekali tak menyurutkan semangat mereka. Dari pantauan di lokasi, aksi masih berlangsung dengan tertib dan damai. Mereka berharap pemerintah kota mendengar dan merespons positif semua tuntutan ini.

Pada intinya, aksi ini adalah bentuk kekesalan yang sudah memuncak. Para driver online lelah dengan ketidakadilan tarif dan minimnya perlindungan untuk mereka. Mereka berharap, demo kali ini bisa menjadi titik balik untuk perbaikan nasib para driver online di Batam.


Berita Terkait