EKONOMI
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, Apa Faktor Penentu Selanjutnya?
Sumber : Liputan6.com / Oleh : admin / Kategori : EKONOMI / Post date : 22-06-2026



Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kompak menguat pekan lalu. Sejumlah sentimen mempengaruhi laju IHSG dan Rupiah. Lalu pekan ini apa saja yang perlu dicermati?

Berdasarkan riset Syailendra, dikutip Senin, (22/6/2026), Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 17-18 Juni 2026 sebagai langkah lanjutan untuk stabilisasi rupiah.

Selain itu, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan penilaian kriteria information flow pasar saham Indonesia dari “+” ke “-“ pada MSCI Global Market Accesissibility Review 2026.

Hal ini karena kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham dan free float. “Belum ada clear statemen tentang status Indonesia. Pengumuman MSCI berikutnya diagendakan pada 24 Juni WIB,” demikian seperti dikutip.

Selain itu, yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 12 bulan naik ke level 7,74% (vs prev 7,6%) pada lelang 19 Juni. Ini melebihi yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun di level 7% pada periode sama.

Dari sentimen global, the Federal Reserve (the Fed) menahan suku bunaga AS di 3,5%-3,75% pada Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17-18 Juni dengan fokus menjaga inflasi. “Namun, tidak ada dot plot dan arahan yang diberikan Ketua the Fed Kevin Warsh,”

Selanjutnya, perundingan damai Amerika Serikat-Iran tetap berlanjut di Swiss meski Iran mengancam penutupan kembali Selat Hormuz akibat eskalasi baru di Lebanon. “Kedua pihak memiliki waktu 60 hari untu mengubah kesepakatan sementara tersebut menjadi perjanjian final,” demikian seperti dikutip.

IHSG dan Rupiah

Berdasarkan riset Syailendra, pekan lalu, rupiah naik 0,45% ke posisi 18.826 per dolar AS. Selain itu, indeks dolar AS juga menguat 1,04% menjadi 100,76.

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi Indonesia tenor 10 tahun turun ke level 7,09% yang diikuti foreign inflow sebesar Rp 4,27 triliun pekan lalu. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun bergerak sedikit turun dari 4,48% menjadi 4,45%.

Selanjutnya di pasar saham, IHSG naik 2,82% pada pekan lalu ke level 6.177 dengan aliran dana masuk Rp 2,29 triliun.

Sementara itu, wall street kompak melesat. Indeks Nasdaq naik 2,4%, indeks S&P 500 menguat 0,9%, dan indeks Dow Jones melambung 0,7%.

Lalu apa saja yang perlu dicermati pekan ini?

  • Rilis money supply M2 Indonesia pada 23 Juni 2026
  • Rilis neraca transaksi berjalan AS pada 24 Juni 2026
  • Rlis Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS QoQ final pada 25 Juni 2026

Berita Terkait