NASIONAL
Rupiah Tembus Rp 17.600, Purbaya Minta Masyarakat Tenang
Sumber : Liputan6.com / Oleh : admin / Kategori : NASIONAL / Post date : 19-05-2026



Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mulai mereda pada pertengahan pekan ini. Hal tersebut seiring dengan mulai berkurangnya tekanan di pasar obligasi (bond market).

Menurut Purbaya, pemerintah telah mulai masuk ke pasar obligasi secara bertahap, yang kemudian diikuti oleh investor asing. Kondisi tersebut diyakini dapat membantu menurunkan tekanan di pasar keuangan, termasuk terhadap nilai tukar rupiah.

"Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit-sedikit, asing juga sudah mulai masuk, sehingga tekanan di bond mestinya berkurang,” ujar Purbaya kepada wartawan di Istana, dikutip Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa berkurangnya tekanan di pasar obligasi biasanya turut meredakan sentimen negatif terhadap rupiah. Purbaya pun optimistis karena kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April menunjukkan hasil yang positif, sekaligus menjadi bukti kuatnya fondasi ekonomi nasional.

"Yang penting begini, besok akan ada laporan APBN kita sampai April. Itu hasilnya bagus, pasti di luar perkiraan para pengamat. Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus, Anda tidak usah khawatir,” jelasnya.

Kondisi Fiskal Terjaga

Menanggapi kekhawatiran pasar terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh level Rp 17.600, Purbaya meminta masyarakat tetap tenang. Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang oleh konsumsi masyarakat serta investasi swasta.

Ia menjelaskan strategi pemerintah saat ini tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga mendorong peran sektor swasta untuk menopang pertumbuhan. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berhasil mencapai 5,6 persen pada triwulan pertama tahun 2026 di tengah gejolak ekonomi global.

Purbaya menyebut kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi masih berasal dari belanja masyarakat, yang menunjukkan daya beli domestik tetap kuat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ekonomi Indonesia berada di jalur yang tepat.

“Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat lalu dan triwulan pertama tahun ini. Kita sudah tumbuh semakin cepat dan akan dijaga terus. Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5,6 persen ketika perekonomian global sedang guncang,” pungkasnya.


Berita Terkait