NASIONAL
Heboh Rambut Belasan Siswi SMK Garut Digunting Guru, Begini Faktanya
Sumber : Detik.com / Oleh : admin / Kategori : NASIONAL / Post date : 08-05-2026



Garut - Akhir-akhir ini, warganet dihebohkan kabar pemotongan rambut belasan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) oleh guru di Garut karena diduga berwarna pirang. Kejadian itu dipastikan benar adanya. Begini fakta selengkapnya.

Kejadian ini mulai diketahui publik setelah kabarnya beredar di media sosial, setidaknya dalam kurun waktu lima hari terakhir. Seperti dilihat detikJabar, Jumat (8/5/2026) pagi, dalam video itu tampak sejumlah siswi menangis histeris.

Tangisan itu mulanya tampak membingungkan. Hingga akhirnya, di bagian pertengahan video, seseorang menunjukkan seikat rambut yang telah dipangkas, yang dinarasikan bahwa rambut pelajar itu telah dipotong secara paksa.

detikJabar kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut atas kejadian ini. Setelah didalami, ternyata kejadian itu berlangsung di SMKN 2 Garut yang berlokasi di Jalan Raya Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler.

Pemotongan rambut tersebut dilakukan oleh salah seorang guru Bimbingan Konseling (BK) yang bertugas di sana. Kabarnya, ada sekitar 18 siswi yang mengalami hal tersebut.

Asep Muhidin, kuasa hukum dari sejumlah pelajar putri yang rambutnya digunting guru itu menuturkan, pihaknya pertama kali mendengar kejadian tersebut dari sejumlah siswi yang mengadu ke Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nusantara (Stainus) Garut.

Menurut Asep, kejadian bermula saat sekelompok siswi kembali ke kelas usai mengikuti pelajaran olahraga. Lalu, guru tersebut masuk sembari membawa gunting dan langsung melakukan razia.

"Alasannya, ada laporan masyarakat soal rambut. Tapi, kami pertanyakan dasar laporannya. Kenapa tidak melibatkan orang tua? Itu lebih etis," ucap Asep kepada detikJabar, Jumat pagi.

Menurut Asep, tindakan tersebut berlebihan sebab para siswi menutupi bagian rambut dengan hijab selama berada di lingkungan sekolah.

Kejadian ini diketahui terjadi pada Kamis, 30 April 2026 lalu. Kepala SMKN 2 Garut Nur Al Purqon membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pemotongan rambut tersebut dilakukan guru BK karena adanya laporan dari berbagai pihak.

"Akumulasi dari laporan wali kelas dan masyarakat, bahwa anak SMK katanya rambutnya berwarna bebas," ucap Purqon.

Kejadian ini menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Banyak warga maya yang mengecam tindakan ibu guru itu karena dianggap keterlaluan. Namun, tidak sedikit juga yang mendukung langkah sang guru karena dinilai bertujuan untuk mendisiplinkan siswi yang memiliki rambut berwarna.

"Sy mendukung langkah guru BK, bukan soal sudah pake kerudung tp rambut di warnai itu jelas tdk pantas di lakukan oleh anak sekolah & melanggar tata tertib sekolah," tulis pemilik akun @sul di kolom komentar salah satu unggahan terkait hal tersebut.

"Udah pakai kerudung, harusnya nggak di tindak begitu," kata warganet lainnya.

Permohonan Maaf

Setelah ramai menjadi perbincangan, guru yang mencukur rambut belasan siswi ini akhirnya muncul ke publik. Melalui sebuah video, sang guru menghaturkan permohonan maafnya.

"Perlu saya sampaikan, bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai penegakkan tata tertib sekolah, yang telah ditetapkan. Khususnya dalam menjaga kerapian, dan kedisiplinan peserta didik. Namun demikian, saya menyadari bahwa dalam pelaksanaannya, terdapat hal-hal yang tidak berkenan dan menimbulkan berbagai persepsi di kalangan masyarakat," ucapnya.

"Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf khususnya kepada siswa yang saya cintai, orang tua dan masyarakat yang kurang nyaman dengan tindakan saya," ungkap guru bernama Ani tersebut lirih.

Berakhir Damai

Kejadian ini kemudian membetot perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Secara khusus, pria yang akrab disapa KDM itu mengundang seluruh pihak yang terlibat dalam kasus ini, mulai dari guru hingga 18 siswi yang rambutnya digunting.

Kepada KDM, Ani bercerita bahwa aksi potong rambut para pelajar ini merupakan akumulasi dari beragam laporan yang diterimanya dari masyarakat.

Mulai dari adanya siswi yang membuka hijab setelah keluar dari sekolah dan tampak berambut pirang, hingga keluhan para pelajar putra yang merasa diperlakukan tidak adil. Para siswa tersebut kerap menjadi sasaran razia, padahal menurut mereka kepada Ani, pelajar putri pun banyak yang berambut 'tak lazim'.

"Ada laporan, bu kenapa laki-laki (rambut) panjang sedikit dirazia, tapi perempuan rambutnya merah dibiarkan, keluar gerbang kerudung dibuka, merah masih pakai seragam," katanya.

Atas dasar laporan dari para pihak itu, Ani kemudian berinisiatif melakukan tindakan pendisiplinan dengan cara memotong rambut para siswi tersebut.

Ani sendiri mengakui jika tindakannya itu salah di hadapan Dedi Mulyadi. Namun, setelah mendengar penjelasan dari pihak-pihak terkait, termasuk Ani dan para siswi hingga orang tuanya, Dedi menganggap Bu Ani tidak bersalah.

"Menurut saya, ibu tidak salah. Kalau dalam hati, niatnya untuk memperbaiki. Karena rasa sayang, bukan karena rasa benci," ungkap KDM.

Setelah itu, Dedi kemudian mendamaikan guru dengan belasan siswi yang dirazia beserta orang tuanya. Di akhir, KDM juga memberikan 'tiket' salon gratis untuk para pelajar agar penampilan rambutnya diperbaiki.

Baca artikel detikjabar, "Heboh Rambut Belasan Siswi SMK Garut Digunting Guru, Begini Faktanya" selengkapnya https://www.detik.com/jabar/berita/d-8479722/heboh-rambut-belasan-siswi-smk-garut-digunting-guru-begini-faktanya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/


Berita Terkait