Kemacetan parah mengular hingga 32 kilometer (km) menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali mengakibatkan 17 pemudik pingsan pada Minggu (15/3) kemarin. Pemudik tumbang akibat kelelahan dan paparan cuaca panas ekstrem saat mengantre masuk ke kapal.
Pemudik sudah mengantre sekitar 14 jam, tapi tak kunjung masuk kapal. Adapun aktivitas penyeberangan dan layanan operasional kapal di Pelabuhan Gilimanuk dikelola oleh pihak ASDP Indonesia Ferry.
Para korban didominasi oleh pengendara motor yang harus berjibaku dengan debu dan terik matahari di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Tim medis dari Dokkes Polres Jembrana turun tangan memberikan pertolongan pertama di titik-titik kemacetan. Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, mengonfirmasi bahwa hingga Minggu sore pihaknya telah menangani belasan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan serius.
"Semua sudah ditangani dan seluruhnya karena kelelahan. Total ada 17 orang yang kami evakuasi medis," ujar Adi, dilansir detikBali, Senin (16/3/2026).
Dari 17 orang tersebut, 16 di antaranya didiagnosis mengalami heat syncope, yakni kondisi pingsan atau pusing mendadak akibat paparan suhu panas tinggi. Kondisi ini memicu pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan penurunan aliran darah ke otak secara drastis.
"Enam belas orang yang mengalami heat syncope sudah kami tangani dan dinyatakan bisa melanjutkan perjalanan. Sementara satu orang lainnya mengalami vulnus laceratum atau luka robek," jelas Adi.
Adapun satu orang pemudik yang mengalami luka robek tersebut telah mendapatkan tindakan medis berupa penjahitan luka (hecting) serta pemberian obat-obatan sesuai indikasi medis.
Tak hanya orang dewasa, seorang bayi juga harus dievakuasi oleh personel Polres Jembrana pada Sabtu (14/3/2026) malam. Bayi tersebut didampingi orang tuanya dilarikan ke Pos Pelayanan Cargo setelah menunjukkan gejala gangguan kesehatan akibat terjebak macet berjam-jam.
ASDP Minta Maaf
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan permintaan maaf atas kepadatan arus pengangkutan penumpang yang hendak menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).
"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," kata Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale, dilansir Antara, Senin (16/3/2026).
Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, memberlakukan pola penuh "tiba bongkar berangkat" (TBB) bagi kapal perbantuan untuk mengurai kepadatan dan antrean pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
"Pemberlakukan pola penuh TBB di Dermaga III Pelabuhan Ketapang mulai diterapkan hari ini, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari percepatan layanan," kata Windy Andale.
Dia menjelaskan, kapal feri yang tiba di Dermaga III Pelabuhan Ketapang hanya melakukan proses bongkar tanpa memuat kendaraan dari Ketapang (Banyuwangi).
