TEKNOLOGI
Lebih dari 1 Miliar Pengguna Android Terancam, Google Imbau Segera Upgrade Perangkat
Sumber : perkuadmedia.id / Oleh : akbar / Kategori : TEKNOLOGI / Post date : 09-02-2026



Perkuadmedia - Google mengeluarkan peringatan serius kepada para pengguna Android di seluruh dunia. Lebih dari satu miliar perangkat Android saat ini diketahui tidak lagi menerima pembaruan keamanan, sehingga rentan terhadap serangan siber dan ancaman peretasan terbaru.

Berdasarkan laporan distribusi Android terbaru dari Google, hanya 57,9 persen perangkat yang menjalankan Android 13 ke atas dan masih mendapat update keamanan rutin. Artinya, sekitar 42,1 persen perangkat Android—setara lebih dari satu miliar pengguna—sudah berada di luar perlindungan sistem keamanan terbaru.

Saat ini, Android 16 sebagai sistem operasi paling anyar baru digunakan oleh 7,5 persen perangkat. Sementara Android 15 tercatat digunakan oleh 19,3 persen ponsel, Android 14 sebesar 17,9 persen, dan Android 13 di angka 13,9 persen. Perangkat dengan versi ini masih tergolong aman karena terus menerima pembaruan keamanan dari Google.

Namun, Google secara resmi menghentikan update keamanan untuk Android 12 ke bawah. Kondisi ini membuat ponsel keluaran tahun 2021 dan sebelumnya semakin rentan terhadap celah keamanan dan serangan siber jenis baru.

Adapun persentase perangkat Android lawas yang sudah tidak menerima update keamanan adalah sebagai berikut: Android 12 sebesar 11,4 persen, Android 11 sebesar 13,7 persen, Android 10 sebesar 7,8 persen, Android 9 sebesar 4,5 persen, dan Android 8 sebesar 2,3 persen.

Salah satu penyebab tingginya jumlah pengguna Android lawas adalah sistem pembaruan yang terfragmentasi. Berbeda dengan iOS yang dikelola langsung oleh Apple, pembaruan Android sangat bergantung pada masing-masing produsen ponsel, dengan jadwal dan durasi dukungan yang berbeda-beda.

Meski demikian, Google menegaskan bahwa pengguna Android lama tidak sepenuhnya kehilangan perlindungan. Perangkat dengan Android 7 ke atas masih mendapatkan keamanan dasar melalui fitur Google Play Protect.

“Google Play Protect terus memberikan perlindungan terhadap malware dan aplikasi berbahaya untuk perangkat hingga Android 7,” ujar Google kepada Forbes, dikutip dari detikINET, Senin (9/2/2026).

Fitur tersebut memungkinkan pemindaian malware secara real-time dan pembaruan tanda keamanan terbaru, meski sistem operasinya sudah tidak lagi menerima patch resmi.

Google pun mengimbau pengguna yang ingin tetap mendapatkan perlindungan maksimal untuk mempertimbangkan upgrade ke perangkat baru. Selain lebih aman, penggunaan sistem operasi terbaru juga membuat kinerja aplikasi lebih optimal dan stabil.


Berita Terkait

Tidak ada berita terkait