Sebuah peristiwa tanah longsor terjadi di area tambang nikel milik PT Halmahera Transportasi Energi (HTE) yang berada di wilayah operasi PT Mega Haltim Mineral, Provinsi Maluku Utara. Detik-detik kejadian tersebut terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat material tanah dan bebatuan longsor secara tiba-tiba dan menghantam area kerja tambang. Suasana mencekam tampak jelas ketika longsoran terjadi di tengah aktivitas operasional, memicu kepanikan di lokasi kejadian.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden tersebut. Pihak terkait juga belum memberikan penjelasan detail mengenai penyebab longsor serta langkah penanganan pascakejadian.
Peristiwa ini menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian menyebut insiden tersebut sebagai risiko pekerjaan di sektor pertambangan yang dikenal memiliki tingkat bahaya tinggi meski menawarkan penghasilan besar. Namun, tidak sedikit pula yang menyoroti dampak eksploitasi alam dan menilai kejadian ini sebagai konsekuensi dari aktivitas pertambangan yang terus berlangsung tanpa pengelolaan lingkungan yang optimal.
Insiden longsor di kawasan tambang kembali menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan kerja serta pengawasan terhadap dampak lingkungan dalam aktivitas pertambangan, khususnya di wilayah-wilayah rawan bencana.
