PERKUADMEDIA-Sejumlah warga di beberapa kecamatan di Kota Batam kembali menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Masalah yang telah berlangsung lama ini dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan, meski pimpinan BP Batam sebelumnya menyatakan penanganan air bersih sebagai salah satu program prioritas.
Hampir setahun sejak komitmen tersebut disampaikan, keluhan masyarakat justru semakin meningkat. Di sejumlah wilayah, air bersih tidak lagi mengalir secara rutin dan hanya sesekali tersedia melalui distribusi mobil tangki dengan jumlah terbatas. Kualitas air yang dibawa pun kerap dipertanyakan warga.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di kawasan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batuampar. Di wilayah tersebut, aliran air bersih dilaporkan mati total selama beberapa hari terakhir, memaksa warga bergantung sepenuhnya pada suplai air tangki yang datang tidak menentu.
“Sudah tujuh hari air tidak mengalir sama sekali. Terakhir air mengalir Selasa malam minggu lalu, lalu sejak Rabu pagi mati total,” ujar Wati, warga Tanjung Sengkuang, Selasa (20/1/2026).
Keterbatasan pasokan air berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari warga, mulai dari kebutuhan memasak, mandi, hingga kebersihan lingkungan. Warga berharap pemerintah daerah dan BP Batam segera mengambil langkah konkret agar krisis air bersih tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BP Batam terkait penyebab gangguan distribusi air di wilayah tersebut maupun langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilakukan.
