Namun setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi antara ATC dan pesawat terputus. ATC kemudian menetapkan fase darurat DETRESFA dan langsung berkoordinasi dengan Basarnas, AirNav Indonesia, serta aparat kepolisian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Bandara Sultan Hasanuddin membuka Crisis Center sebagai pusat koordinasi informasi. Area pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, yang juga dijadikan lokasi posko Basarnas.
Pencarian lanjutan dilakukan melalui jalur darat oleh personel TNI dan Basarnas, serta operasi udara menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara. AirNav Indonesia juga menerbitkan NOTAM terkait kegiatan SAR di wilayah tersebut.
Pesawat dilaporkan membawa 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang, serta disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dugaan pesawat jatuh menguat setelah warga setempat melaporkan mendengar suara ledakan dan melihat titik api dari kejauhan di sekitar lokasi pegunungan.
Hingga kini, tim gabungan masih berupaya memastikan titik jatuh pesawat dan mengevakuasi korban. Informasi resmi selanjutnya akan disampaikan sesuai perkembangan di lapangan.

