INTERNASIONAL
Timur Tengah Memanas, Putin Telepon Israel dan Iran
Sumber : perkuadmedia.id / Oleh : akbar / Kategori : INTERNASIONAL / Post date : 17-01-2026



Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan komunikasi langsung dengan para pemimpin Israel dan Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Putin disebut menawarkan peran mediasi menyusul gelombang protes besar-besaran di Iran yang memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik militer.

Pihak Istana Kepresidenan Rusia (Kremlin) menyampaikan bahwa Putin telah melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (16/1/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendorong de-eskalasi antara kedua negara yang selama ini dikenal sebagai rival utama di kawasan.

“Situasi di kawasan sangat tegang, dan presiden terus berupaya memfasilitasi penurunan ketegangan,” ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip kantor berita AFP.

Ketegangan meningkat seiring aksi protes antipemerintah yang meluas di Iran. Sejumlah pengamat independen menuding aparat keamanan Iran melakukan tindakan keras yang menewaskan ribuan orang. Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari Amerika Serikat, sekutu utama Israel, yang sempat mengeluarkan ancaman aksi militer.

Iran sendiri berulang kali menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik upaya penghasutan kerusuhan, dengan tujuan melemahkan persatuan nasional Republik Islam Iran.

Sebelumnya, Iran dan Israel juga sempat terlibat perang singkat pada Juni lalu. Dalam konflik tersebut, Israel melancarkan serangan ke fasilitas militer dan nuklir Iran, yang kemudian diikuti oleh Amerika Serikat dengan menghantam tiga situs nuklir utama Iran.

Rusia dikenal sebagai sekutu dekat Iran, namun dalam waktu bersamaan juga berupaya menjaga hubungan dengan Israel. Hubungan Moskow–Tel Aviv belakangan dilaporkan memburuk, terutama setelah Rusia mengkritik keras operasi militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Dalam percakapan dengan Netanyahu, Kremlin menyebut Putin kembali menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan peran mediasi. Namun, Kremlin tidak merinci bentuk upaya yang telah atau sedang dilakukan, serta tidak memberikan komentar langsung terkait situasi protes di Iran.

Sementara itu, seorang pejabat senior Arab Saudi mengungkapkan bahwa Arab Saudi, Qatar, dan Oman tengah memimpin upaya diplomatik untuk membujuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran. Negara-negara tersebut khawatir langkah militer akan memicu dampak serius dan ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.


Berita Terkait