INTERNASIONAL
China Tolak Ancaman Intervensi AS di Iran, Tegaskan Anti-Campur Tangan Asing
Sumber : perkuadmedia.id / Oleh : akbar / Kategori : INTERNASIONAL / Post date : 13-01-2026



Ketegangan internasional kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan ancaman akan melakukan intervensi militer jika pemerintah Iran terus melakukan penindakan mematikan terhadap demonstran. Menanggapi hal tersebut, pemerintah China menegaskan posisinya: menolak campur tangan asing dalam urusan dalam negeri negara lain.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin menyatakan bahwa Beijing secara konsisten menentang intervensi eksternal pada urusan domestik negara manapun. Ia menyerukan agar seluruh pihak mengambil langkah yang mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan Timur Tengah, bukan justru memperkeruh situasi.

Gelombang protes besar sudah berlangsung di Iran selama dua pekan terakhir. Meskipun aparat meningkatkan penindakan, aksi massa tak juga mereda. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menggambarkan situasi yang terjadi sebagai pembantaian, sementara Trump berulang kali menyebut kemungkinan intervensi jika aksi represif terhadap demonstran terus terjadi.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pernyataan keras. Ia menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik upaya menciptakan kekacauan di Iran setelah sebelumnya gagal menundukkan Teheran dalam konflik bersenjata pada Juni tahun lalu. Pezeshkian menilai aksi protes ekonomi yang awalnya damai berubah menjadi kerusuhan karena adanya campur tangan dari pihak luar.

Ia juga mengecam serangkaian serangan terhadap fasilitas publik seperti masjid dan pusat-pusat keramaian, yang menurutnya dilakukan oleh kelompok-kelompok terlatih dari dalam dan luar negeri. Pezeshkian membedakan antara demonstran yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan kelompok perusuh dan pelaku sabotase yang disebutnya sebagai “teroris terlatih”.

Menurutnya, pemerintah Iran tetap membuka ruang untuk mendengarkan keluhan rakyat, namun tidak akan mentolerir aksi kekerasan yang merenggut nyawa dan merusak fasilitas umum. Pezeshkian kembali menegaskan tudingan bahwa Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan, sebagai kelanjutan dari upaya mengguncang stabilitas Iran setelah gagal melalui jalur militer.

Situasi di Iran dan respons internasional masih terus berkembang, sementara dunia menanti langkah lanjutan dari pihak-pihak terkait di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan.


Berita Terkait