INTERNASIONAL
Tragedi 544 Korban Tewas di Iran – Rezim dan Rakyat Sama-sama Berjuang
Sumber : perkuadmedia.id / Oleh : akbar / Kategori : INTERNASIONAL / Post date : 12-01-2026



Gelombang aksi protes di Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun pemerintah memperketat penindakan oleh aparat keamanan. Laporan terbaru menyebut jumlah korban tewas terus bertambah, sementara akses internet dan jaringan telepon di sejumlah wilayah dibatasi sehingga situasi di lapangan sulit dipantau secara menyeluruh.

Informasi mengenai perkembangan terkini banyak disampaikan oleh jurnalis serta kelompok pembela hak asasi manusia (HAM). Aktivis Jerman-Iran, Daniela Sepheri, menuturkan bahwa masyarakat Iran berada dalam risiko besar saat menyuarakan aspirasi mereka di jalanan. Menurutnya, pemerintah berupaya mempertahankan kekuasaan, sementara rakyat Iran juga tengah memperjuangkan hak-haknya.

Sepheri menilai situasi saat ini sangat berbahaya bagi para demonstran, namun tekad mereka tidak surut. Ia juga menyebut adanya laporan mengenai penindakan keras aparat, serta kesulitan memverifikasi jumlah korban akibat pembatasan akses internet. Pembatasan jaringan membuat banyak informasi hanya bisa diperoleh melalui media luar negeri atau jalur komunikasi alternatif.

Di tengah pembatasan itu, Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan bahwa sedikitnya 544 orang dilaporkan tewas dalam penindakan terkait aksi protes nasional di Iran. Dari angka tersebut, 496 orang disebut sebagai demonstran, sementara 48 lainnya merupakan anggota pasukan keamanan. HRANA juga mencatat lebih dari 10.600 orang telah ditahan di berbagai wilayah Iran.

HRANA menyebut data tersebut dihimpun dari laporan para aktivis di dalam dan luar Iran melalui proses verifikasi silang. Mereka juga menekankan bahwa angka korban masih mungkin bertambah, mengingat akses informasi di dalam negeri masih sangat terbatas. Hingga saat ini, pemerintah Iran belum merilis angka resmi keseluruhan korban.

Selain persoalan keamanan, para aktivis menilai kondisi sosial-ekonomi turut memperburuk situasi. Kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin disebut semakin lebar, sementara tekanan ekonomi dinilai ikut memicu gelombang protes masyarakat.

Meskipun penindakan diperketat, aksi protes dilaporkan masih terjadi di berbagai wilayah. Situasi di Iran masih dinamis dan terus dipantau oleh komunitas internasional, yang menyerukan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta perlindungan terhadap warga sipil.


Berita Terkait